Minggu, 11 September 2016

Ilmu Agama dan IPTEK

Assalamu'alaikum Ukhti dan Akhi...
Sebelumnya terima kasih ya sudah berkunjung ke blog Ana 😊


   Ilmu agama memang hukumnya fardu ain (wajib dipelajari dan dipahami bagi semua orang tanpa kecuali). Namun IPTEK yg sifatnya fardu kifayah juga gak boleh dianggap sebelah mata. Dalam Islam, antara iman, ilmu, amal, dan IPTEK terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis. Islam tidak mengakui pemisahan antara Iman dan Sains. Segala sesuatu yang ada di alam adalah bukti kehadiran Allah SWT. Mempelajari pengetahuan tentang alam adalah salah satu bentuk amal saleh yang dapat membuat kita lebih dekat pada Sang Pencipta.

   Rasulullah sebagai seorang panutan bagaimana menjadi pribadi seorang muslim sejati, mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berakhlak mulia tapi juga berdaya juang tinggi. Dengan formula daya juang dan daya ikhtiar tersebut, Nabi Muhammad berhasil menciptakan generasi sahabat yang menjadi generasi terbaik, untuk kemudian menciptakan efek bola salju terhadap generasi penerusnya.

   Hingga abad ke-8, cahaya Islam semakin bersinar terang benderang. Banyak tokoh-tokoh ilmuwan, filsuf, sastrawan, yang lahir dari rahim peradaban Islam pada saat itu. Mereka mampu menghasilkan karya-karya besar sebagai buah dari kerja-kerja besar yang telah mereka lakukan. Karya-karya mereka pun begitu fenomenal sehingga menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan modern baik Ilmuwan Timur maupun Ilmuwan Barat.

1. Ja'far Ash-Shadiq (702-765 M)
     Seorang astronom, Ilmuwan, alkemis, Imam, teolog Islam, penulis, filsuf, dokter, ahli fisika. Dia juga guru ahli kimia terkenal Jabir bin Hayyan (Geber) dan Abu Hanifah (pendiri Mahzab Hanafi).
2. Al Kindi (Alkindus) (801-873 M)
    Seorang astronom, geografer, matematikawan, ahli meteorologi, filsuf, dokter, fisikawan, ilmuwan, dan politisi.
3. Abu Rayhan Al Biruni (973-1048 M)
    Seorang Ilmuwan Persia, fisikawan, antropolog, astronom, geodesi, geografer, dokter, filsuf, guru, dan pengembara, Al-Biruni merupakan salah seorang tokoh yang memperkenalkan kemajuan ilmu pengetahuan di India, Timur Tengah, dan Barat.


Maka, tak diraguka  lagi bahwa pemahaman agama yang kuat ditambah akhlak yang baik dan rasa haus yang besar terhadap ilmu pengetahuan merupakan resep mujarab dalam melahirkan generasi Muslim pembangunan peradaban.

So, yuk kita berusaha menjadi generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan. Ilmu yang semakin mendekatkan diri kepada-Nya, ilmu yang bermanfaat bagi sesama dan ilmu yang dapat membangkitkan kembali peradaban Islam yang gemilang!

Mudah-mudahan bermanfaat yaa?

Wassalamu'alaikum 🙏😆

Tidak ada komentar:

Posting Komentar