Assalamu'alaikum
"Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa ilmu, jadinya ragu. Agama dan Ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu, ragu, kaku."
-Ahmad Rifa'i Rif'an
Pertama adalah Ilmu. Dengan Ilmu diharapkan otak kiri kita terasah dengan baik. Ilmu itu mengangkat derajat orang yang mempelajari, memudahkan orang yang mengamalkan, makin bertambah jika dibagikan. Makin dalam dipelajari, makin terasa bodohlah orang yang mempelajari.
Kedua adalah seni. Dengan seni diharapkan otak kanan akan terasah dengan baik. Kedua otak ini hendaknya didayagunakan dengan maksimal agar potensi keduanya bisa terpakai. Padahal kita tahu bahwa otak kanan adalah otak kreativitas yang sangat responssif dengan musik, humor, keindahan, dan beberapa yang lain. Hal-hal itu sangat dibutuhkan dalam profesi apapun.
Terakhir adalah Agama. Tak pelak lagi pengetahuan Agama sangat dibutuhkan oleh kita. Saat kita gagal dalam berusaha kita harus sabar dan tabah, dengan memperbanyak ibadah dan tilawah hati kita bisa tenang menghadapi cobaan.
Ilmu, seni, Agama. Tiga hal yang seharusnya menjadi perhatian bagi setiap generasi muda. Rasanya tiga hal itulah yang selama ini menjadi pilar bahagia.
Mari kita mengamalkan ketiganya untuk menjadi Pemuda Muslim & Muslimah yang bermanfaat!!! 😆
Terima Kasih, Wassalamu'alaikum 🙏😊
My Blog is Nur Khaifa
Selasa, 13 September 2016
Senin, 12 September 2016
Macam-macam kecerdasan manusia
Assalamu'alaikum
Selamat sore menjelang malam!
Setiap manusia itu spesial dan unik. Setiap manusia punya tipe kecerdasan yang berbeda. Inilah macam-macam tipe kecerdasan manusia :
1. Kecerdasan Pribadi (intrapersonal)
Kemampuan untuk merenungkan arti kehidupan, mencermati makna penciptaan alam sekitar termasuk dirinya, serta kemampuan untuk membuat analisis soal dan berfikir filosofis.
2. Kecerdasan Emosional
Kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient)
Kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Kecerdasan ini menyadarkan kita tentang 'gambaran besar' atau 'gambaran menyeluruh' tentang diri sendiri, jagad raya, kedudukan, serta panggilan terhadap diri di dalamnya.
4. Kecerdasan Finansial
Kecerdasan atau kemampuan seseorang dalam mengelola keuangannya, dari mana harta itu didapatkan, halal atau haram, dan bagaimana cara mengelolanya, tidak kikir dan tidak mubazir.
5. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mempelajari bahasa dan mengolah kata-kata dengan baik.
6. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan yang dimiliki oleh orang-orng terhadap alam, tumbuhan, hewan, dan fenomena alam lainnya.
7. Kecerdasan Visual Spasial
Kecerdasan ini dimiliki oleh orang-orang yang bisa membayangkan bentuk ruang serta membuat harmonisasi di alam pikirannya dan mewujudkannya dalam bentuk nyata.
8. Kecerdasan Kinestesis
Kemampuan seseorang dalam menguasai tubuhnya. Misalnya olahraga, atau seni bela diri.
9. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan jenis ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang untuk mempengaruhi orang lain, mendengarkan dengan empati, serta kemampuan meyakinkan dan menyemangati orang lain.
10. Kecerdasan Logika Matematis
Kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengolah angka dan berhitung. Orang dengan tipe kecerdasan ini memiliki logika matematika yang baik.
Setiap manusia sebenarnya memiliki semua potensi kecerdasan di atas, namun ada yang menonjol, ada yang tidak. Karena manusia memang memiliki keterbatasan dari srgi penguasaan ilmu pengetahuan, yaitu :
* Sifat Parsial, artinya kita tidak bisa memiliki/menguasai secara mendalam secara bidang ilmu.
* Dalam lingkar yang sangat parsial itu kemampuan kita juga terbatas. Misalnya dalam bidang kedokteran, maka akan ada spesialisasi, contohnya dokter spesialis jantung.
Namun bukan berarti manusia hanya bisa ahli di satu bidang, tapi bisa saja memiliki keahlian di beberapa disiplin ilmu.
Setiap kecerdasan itu dikembangkan dan dimanfaatkan bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain dan lingkungan.
Yuk, kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan Agama! 😊
Wassalamu'alaikum 🙏☺
Selamat sore menjelang malam!
Setiap manusia itu spesial dan unik. Setiap manusia punya tipe kecerdasan yang berbeda. Inilah macam-macam tipe kecerdasan manusia :
1. Kecerdasan Pribadi (intrapersonal)
Kemampuan untuk merenungkan arti kehidupan, mencermati makna penciptaan alam sekitar termasuk dirinya, serta kemampuan untuk membuat analisis soal dan berfikir filosofis.
2. Kecerdasan Emosional
Kemampuan mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient)
Kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. Kecerdasan ini menyadarkan kita tentang 'gambaran besar' atau 'gambaran menyeluruh' tentang diri sendiri, jagad raya, kedudukan, serta panggilan terhadap diri di dalamnya.
4. Kecerdasan Finansial
Kecerdasan atau kemampuan seseorang dalam mengelola keuangannya, dari mana harta itu didapatkan, halal atau haram, dan bagaimana cara mengelolanya, tidak kikir dan tidak mubazir.
5. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mempelajari bahasa dan mengolah kata-kata dengan baik.
6. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan yang dimiliki oleh orang-orng terhadap alam, tumbuhan, hewan, dan fenomena alam lainnya.
7. Kecerdasan Visual Spasial
Kecerdasan ini dimiliki oleh orang-orang yang bisa membayangkan bentuk ruang serta membuat harmonisasi di alam pikirannya dan mewujudkannya dalam bentuk nyata.
8. Kecerdasan Kinestesis
Kemampuan seseorang dalam menguasai tubuhnya. Misalnya olahraga, atau seni bela diri.
9. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan jenis ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang untuk mempengaruhi orang lain, mendengarkan dengan empati, serta kemampuan meyakinkan dan menyemangati orang lain.
10. Kecerdasan Logika Matematis
Kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengolah angka dan berhitung. Orang dengan tipe kecerdasan ini memiliki logika matematika yang baik.
Setiap manusia sebenarnya memiliki semua potensi kecerdasan di atas, namun ada yang menonjol, ada yang tidak. Karena manusia memang memiliki keterbatasan dari srgi penguasaan ilmu pengetahuan, yaitu :
* Sifat Parsial, artinya kita tidak bisa memiliki/menguasai secara mendalam secara bidang ilmu.
* Dalam lingkar yang sangat parsial itu kemampuan kita juga terbatas. Misalnya dalam bidang kedokteran, maka akan ada spesialisasi, contohnya dokter spesialis jantung.
Namun bukan berarti manusia hanya bisa ahli di satu bidang, tapi bisa saja memiliki keahlian di beberapa disiplin ilmu.
Setiap kecerdasan itu dikembangkan dan dimanfaatkan bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang lain dan lingkungan.
Yuk, kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan Agama! 😊
Wassalamu'alaikum 🙏☺
Minggu, 11 September 2016
Ilmu Agama dan IPTEK
Assalamu'alaikum Ukhti dan Akhi...
Sebelumnya terima kasih ya sudah berkunjung ke blog Ana 😊
Ilmu agama memang hukumnya fardu ain (wajib dipelajari dan dipahami bagi semua orang tanpa kecuali). Namun IPTEK yg sifatnya fardu kifayah juga gak boleh dianggap sebelah mata. Dalam Islam, antara iman, ilmu, amal, dan IPTEK terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis. Islam tidak mengakui pemisahan antara Iman dan Sains. Segala sesuatu yang ada di alam adalah bukti kehadiran Allah SWT. Mempelajari pengetahuan tentang alam adalah salah satu bentuk amal saleh yang dapat membuat kita lebih dekat pada Sang Pencipta.
Rasulullah sebagai seorang panutan bagaimana menjadi pribadi seorang muslim sejati, mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berakhlak mulia tapi juga berdaya juang tinggi. Dengan formula daya juang dan daya ikhtiar tersebut, Nabi Muhammad berhasil menciptakan generasi sahabat yang menjadi generasi terbaik, untuk kemudian menciptakan efek bola salju terhadap generasi penerusnya.
Hingga abad ke-8, cahaya Islam semakin bersinar terang benderang. Banyak tokoh-tokoh ilmuwan, filsuf, sastrawan, yang lahir dari rahim peradaban Islam pada saat itu. Mereka mampu menghasilkan karya-karya besar sebagai buah dari kerja-kerja besar yang telah mereka lakukan. Karya-karya mereka pun begitu fenomenal sehingga menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan modern baik Ilmuwan Timur maupun Ilmuwan Barat.
1. Ja'far Ash-Shadiq (702-765 M)
Seorang astronom, Ilmuwan, alkemis, Imam, teolog Islam, penulis, filsuf, dokter, ahli fisika. Dia juga guru ahli kimia terkenal Jabir bin Hayyan (Geber) dan Abu Hanifah (pendiri Mahzab Hanafi).
2. Al Kindi (Alkindus) (801-873 M)
Seorang astronom, geografer, matematikawan, ahli meteorologi, filsuf, dokter, fisikawan, ilmuwan, dan politisi.
3. Abu Rayhan Al Biruni (973-1048 M)
Seorang Ilmuwan Persia, fisikawan, antropolog, astronom, geodesi, geografer, dokter, filsuf, guru, dan pengembara, Al-Biruni merupakan salah seorang tokoh yang memperkenalkan kemajuan ilmu pengetahuan di India, Timur Tengah, dan Barat.
Maka, tak diraguka lagi bahwa pemahaman agama yang kuat ditambah akhlak yang baik dan rasa haus yang besar terhadap ilmu pengetahuan merupakan resep mujarab dalam melahirkan generasi Muslim pembangunan peradaban.
So, yuk kita berusaha menjadi generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan. Ilmu yang semakin mendekatkan diri kepada-Nya, ilmu yang bermanfaat bagi sesama dan ilmu yang dapat membangkitkan kembali peradaban Islam yang gemilang!
Mudah-mudahan bermanfaat yaa?
Wassalamu'alaikum 🙏😆
Sebelumnya terima kasih ya sudah berkunjung ke blog Ana 😊
Ilmu agama memang hukumnya fardu ain (wajib dipelajari dan dipahami bagi semua orang tanpa kecuali). Namun IPTEK yg sifatnya fardu kifayah juga gak boleh dianggap sebelah mata. Dalam Islam, antara iman, ilmu, amal, dan IPTEK terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis. Islam tidak mengakui pemisahan antara Iman dan Sains. Segala sesuatu yang ada di alam adalah bukti kehadiran Allah SWT. Mempelajari pengetahuan tentang alam adalah salah satu bentuk amal saleh yang dapat membuat kita lebih dekat pada Sang Pencipta.
Rasulullah sebagai seorang panutan bagaimana menjadi pribadi seorang muslim sejati, mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berakhlak mulia tapi juga berdaya juang tinggi. Dengan formula daya juang dan daya ikhtiar tersebut, Nabi Muhammad berhasil menciptakan generasi sahabat yang menjadi generasi terbaik, untuk kemudian menciptakan efek bola salju terhadap generasi penerusnya.
Hingga abad ke-8, cahaya Islam semakin bersinar terang benderang. Banyak tokoh-tokoh ilmuwan, filsuf, sastrawan, yang lahir dari rahim peradaban Islam pada saat itu. Mereka mampu menghasilkan karya-karya besar sebagai buah dari kerja-kerja besar yang telah mereka lakukan. Karya-karya mereka pun begitu fenomenal sehingga menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan modern baik Ilmuwan Timur maupun Ilmuwan Barat.
1. Ja'far Ash-Shadiq (702-765 M)
Seorang astronom, Ilmuwan, alkemis, Imam, teolog Islam, penulis, filsuf, dokter, ahli fisika. Dia juga guru ahli kimia terkenal Jabir bin Hayyan (Geber) dan Abu Hanifah (pendiri Mahzab Hanafi).
2. Al Kindi (Alkindus) (801-873 M)
Seorang astronom, geografer, matematikawan, ahli meteorologi, filsuf, dokter, fisikawan, ilmuwan, dan politisi.
3. Abu Rayhan Al Biruni (973-1048 M)
Seorang Ilmuwan Persia, fisikawan, antropolog, astronom, geodesi, geografer, dokter, filsuf, guru, dan pengembara, Al-Biruni merupakan salah seorang tokoh yang memperkenalkan kemajuan ilmu pengetahuan di India, Timur Tengah, dan Barat.
Maka, tak diraguka lagi bahwa pemahaman agama yang kuat ditambah akhlak yang baik dan rasa haus yang besar terhadap ilmu pengetahuan merupakan resep mujarab dalam melahirkan generasi Muslim pembangunan peradaban.
So, yuk kita berusaha menjadi generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan. Ilmu yang semakin mendekatkan diri kepada-Nya, ilmu yang bermanfaat bagi sesama dan ilmu yang dapat membangkitkan kembali peradaban Islam yang gemilang!
Mudah-mudahan bermanfaat yaa?
Wassalamu'alaikum 🙏😆
Sabtu, 10 September 2016
Sejarah Manusia dalam Islam
Assalamu'alaikum
Selamat malam semua...
Hari ini saya membahas tentang...? Tentang apa hayoo? Tanpa pikir panjang, yuk kita simak!!
Gambaran Tentang Manusia purba
Bagaimana gambaranmu tentang manusia purba?
A. Jelek-jelek, berbulu lebat, dan bodoh-bodoh
B. Cakep-cakep dan pinter-pinter
X Buat yang jawab A!
SELAMAT! Nilai kamu dalam pelajaran IPA bab Evolusi Darwin dan nilai pelajaran sejarah bab Manusia purba pasti nilainya tinggi ya, sob!
But... Saran nih, informasi dari pelajaran itu cukup tau aja tapi jangan sampai dipercaya. Soalnya, secara ilmiah, teori Darwin itu sudah terbantahkan. Jika ingin tau lebih jauh, baca atau tonton aja video-video fakta ilmiah yang mengupas tentang hal itu.
√ Buat yang jawab B!
Selamat! Kamu pasti udah punya filter buat nyaring informasi yang masuk ke otak kamu.
Yups! Al-Qur'an dan As-Sunnah emang WAJIB jadi filter informasi yang disuguhkan ke kita.
Dalam Al-Qur'an sudah jelas-jelas Allah ngasih tau ke kita, bahwa manusia pertama itu Nabi Adam.
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan (Adam) dari tanah liat dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al Hijr : 26)
Terus Allah mengajarkan Ilmu Pengetahuan ke Nabi Adam yang malaikat aja tidak tau!
(Lihat kisah lengkapnya di QS. Al-Baqarah: 30-33)
Nah, kebayang kan gimana pinternya Nabi Adam. Gurunya langsung Allah gitu, loh!
Terus, kita tau kisah Nabi Yusuf, kan? Manusia paling ganteng sedunia yang sampai beberapa wanita tanpa sadar mengiris tangannya sendiri saat Nabi Yusuf menampakkan dirinya yang rupawan.
Nah, kembali ke pertanyaan "Siapa aku?"
So, jawabannya adalah...
Kita adalah manusia keturunan Nabi Adam dan dalam firman-Nya, Allah menyebutkan bahwa Ia telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik- baiknya, bukan turunan monyet yang disebutkan dalam Teori Darwin.
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At Tin : 4)
So, masih berani bilang manusia berasal dari evolusi monyet?
Sudah jelas kan?
Itu saja yang dapat saya jelaskan, mohon maaf jika menyinggung.
Wassalamu'alaikum 🙏😇
Selamat malam semua...
Hari ini saya membahas tentang...? Tentang apa hayoo? Tanpa pikir panjang, yuk kita simak!!
Gambaran Tentang Manusia purba
Bagaimana gambaranmu tentang manusia purba?
A. Jelek-jelek, berbulu lebat, dan bodoh-bodoh
B. Cakep-cakep dan pinter-pinter
X Buat yang jawab A!
SELAMAT! Nilai kamu dalam pelajaran IPA bab Evolusi Darwin dan nilai pelajaran sejarah bab Manusia purba pasti nilainya tinggi ya, sob!
But... Saran nih, informasi dari pelajaran itu cukup tau aja tapi jangan sampai dipercaya. Soalnya, secara ilmiah, teori Darwin itu sudah terbantahkan. Jika ingin tau lebih jauh, baca atau tonton aja video-video fakta ilmiah yang mengupas tentang hal itu.
√ Buat yang jawab B!
Selamat! Kamu pasti udah punya filter buat nyaring informasi yang masuk ke otak kamu.
Yups! Al-Qur'an dan As-Sunnah emang WAJIB jadi filter informasi yang disuguhkan ke kita.
Dalam Al-Qur'an sudah jelas-jelas Allah ngasih tau ke kita, bahwa manusia pertama itu Nabi Adam.
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan (Adam) dari tanah liat dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al Hijr : 26)
Terus Allah mengajarkan Ilmu Pengetahuan ke Nabi Adam yang malaikat aja tidak tau!
(Lihat kisah lengkapnya di QS. Al-Baqarah: 30-33)
Nah, kebayang kan gimana pinternya Nabi Adam. Gurunya langsung Allah gitu, loh!
Terus, kita tau kisah Nabi Yusuf, kan? Manusia paling ganteng sedunia yang sampai beberapa wanita tanpa sadar mengiris tangannya sendiri saat Nabi Yusuf menampakkan dirinya yang rupawan.
Nah, kembali ke pertanyaan "Siapa aku?"
So, jawabannya adalah...
Kita adalah manusia keturunan Nabi Adam dan dalam firman-Nya, Allah menyebutkan bahwa Ia telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik- baiknya, bukan turunan monyet yang disebutkan dalam Teori Darwin.
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At Tin : 4)
So, masih berani bilang manusia berasal dari evolusi monyet?
Sudah jelas kan?
Itu saja yang dapat saya jelaskan, mohon maaf jika menyinggung.
Wassalamu'alaikum 🙏😇
Jumat, 09 September 2016
Peribahasa itu...?
Assalamu'alaikum
Terima kasih ya sudah berkunjung ke blogku
Hari ini saya ingin membahas tentang peribahasa, yuk langsung saja 😁
Peribahasa adalah bentuk budaya atau sastra yang paling ringkas. Sebab peribahasa berasal dari ungkapan pengalaman hidup seseorang yang berlangsung puluhan tahun. Maka dengan memahami arti peribahasa Indonesia kita juga memahami nilai-nilai luhur budaya Bangsa.
Saya ingin memberi contoh peribahasa, next 😄
- obat hati : penghibur hati
- Berpadang luas, beralam lapang : seseorang yang berlapang dada
- Bergendang paha : bersuka ria di atas penderitaan orang lain
- Pahlawan kesiangan : orang yang berjuang setelah perang berakhir
- Berlayar menentang pulau : tiap cita-cita pasti ada tujuannya
Mungkin itu yang bisa saya jelaskan, semoga bermanfaat ya?
See you
Wassalamu'alaikum 🙏😊
Terima kasih ya sudah berkunjung ke blogku
Hari ini saya ingin membahas tentang peribahasa, yuk langsung saja 😁
Peribahasa adalah bentuk budaya atau sastra yang paling ringkas. Sebab peribahasa berasal dari ungkapan pengalaman hidup seseorang yang berlangsung puluhan tahun. Maka dengan memahami arti peribahasa Indonesia kita juga memahami nilai-nilai luhur budaya Bangsa.
Saya ingin memberi contoh peribahasa, next 😄
- obat hati : penghibur hati
- Berpadang luas, beralam lapang : seseorang yang berlapang dada
- Bergendang paha : bersuka ria di atas penderitaan orang lain
- Pahlawan kesiangan : orang yang berjuang setelah perang berakhir
- Berlayar menentang pulau : tiap cita-cita pasti ada tujuannya
Mungkin itu yang bisa saya jelaskan, semoga bermanfaat ya?
See you
Wassalamu'alaikum 🙏😊
Kamis, 08 September 2016
Assalamu'alaikum
Wilujeng sumping di blog abdi
Hari ini saya akan membahas salah satu penulis terkenal dan menjadi favorit saya saat ini, yuk disimak ;-)
Nh. Dini
Wilujeng sumping di blog abdi
Hari ini saya akan membahas salah satu penulis terkenal dan menjadi favorit saya saat ini, yuk disimak ;-)
Nh. Dini
Nh. Dini
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari1936; umur 80 tahun) atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalahsastrawan, novelis, dan feminisIndonesia.
Sejarah hidupSunting
NH Dini dilahirkan dari pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah. Ia anak bungsu dari lima bersaudara, ulang tahunnya dirayakan empat tahun sekali. Masa kecilnya penuh larangan. Konon ia masih berdarah Bugis, sehingga jika keras kepalanya muncul, ibunya acap berujar, “Nah, darah Bugisnya muncul".
NH Dini mengaku mulai tertarik menulis sejak kelas tiga SD. Buku-buku pelajarannya penuh dengan tulisan yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaannya sendiri. Ia sendiri mengakui bahwa tulisan itu semacam pelampiasan hati. Ibu Dini adalah pembatik yang selalu bercerita padanya tentang apa yang
diketahui dan dibacanya dari bacaan Panji Wulung, Penyebar Semangat, Tembang-tembang Jawa dengan Aksara Jawa dan sebagainya. Baginya, sang ibu mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk watak dan pemahamannya akan lingkungan.
Sekalipun sejak kecil kebiasaan bercerita sudah ditanamkan, sebagaimana yang dilakukan ibunya kepadanya, ternyata Dini tidak ingin jadi tukang cerita. la malah bercita-cita jadi sopir lokomotif atau masinis. Tapi ia tak kesampaian mewujudkan obsesinya itu hanya karena tidak menemukan sekolah bagi calon masinis kereta api.
Kalau pada akhirnya ia menjadi penulis, itu karena ia memang suka cerita, suka membaca dan kadang-kadang ingin tahu kemampuannya. Misalnya sehabis membaca sebuah karya, biasanya dia berpikir jika hanya begini saya pun mampu membuatnya. Dan dalam kenyataannya ia memang mampu dengan dukungan teknik menulis yang dikuasainya.
Dini ditinggal wafat ayahnya semasih duduk di bangku SMP, sedangkan ibunya hidup tanpa penghasilan tetap. Mungkin karena itu, ia jadi sukamelamun. Bakatnya menulis fiksi semakin terasah di sekolah menengah. Waktu itu, ia sudah mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerita pendek. Dini menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya 15 tahun. Sejak itu ia rajin mengirim sajak-sajak ke siaran nasional diRRISemarang dalam acara Tunas Mekar.
KarierSunting
Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal ia sendiri mengaku hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Ia digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu, Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya.
Beberapa karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang dikenal dengan nama NH Dini, ini yang terkenal, di antaranyaPada Sebuah Kapal (1972), La Barka(1975) atau Namaku Hiroko (1977),Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai(1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan. Budi Darma menyebutnya sebagai pengarang sastra feminis yang terus menyuarakan kemarahan kepada kaum laki-laki. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan gender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang terbaru berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya. Ia seorang pengarang yang menulis dengan telaten dan produktif, seperti komentar Putu Wijaya; 'kebawelan yang panjang.'
Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Namun banyak orang berpendapat, wanita yang dilukiskan Dini terasa “aneh”. Ada pula yang berpendapat bahwa dia menceritakan dirinya sendiri. Itu penilaian sebagian orang dari karya-karyanya. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang dikagumi. Buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra.
Bukti keseriusannya dalam bidang yang ia geluti tampak dari pilihannya, masuk jurusan sastra ketika menginjak bangku SMA di Semarang. Ia mulai mengirimkan cerita-cerita pendeknya ke berbagai majalah. Ia bergabung dengan kakaknya, Teguh Asmar, dalam kelompok sandiwara radio bernama Kuncup Berseri. Sesekali ia menulis naskah sendiri. Dini benar-benar remaja yang sibuk. Selain menjadi redaksi budaya pada majalah remaja Gelora Muda, ia membentuk kelompok sandiwara di sekolah, yang diberi nama Pura Bhakti. Langkahnya semakin mantap ketika ia memenangi lomba penulisan naskah sandiwara radio se-Jawa Tengah. Setelah di SMA Semarang, ia pun menyelenggarakan sandiwara radio Kuncup Seri di Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang. Bakatnya sebagai tukang cerita terus dipupuk.
Pada 1956, sambil bekerja di Garuda Indonesia Airways (GIA) di Bandara Kemayoran, Dini menerbitkan kumpulan cerita pendeknya, Dua Dunia. Sejumlah bukunya bahkan mengalami cetak ulang sampai beberapa kali - hal yang sulit dicapai oleh kebanyakan buku sastra. Buku lain yang tenar karya Dini adalah Namaku Hiroko dan Keberangkatan. la juga menerbitkan serial kenangan, sementara cerpen dan tulisan lain juga terus mengalir dari tangannya. Walau dalam keadaan sakit sekalipun, ia terus berkarya.
Dini dikenal memiliki teknik penulisan konvensional. Namun menurutnya teknik bukan tujuan melainkan sekadar alat. Tujuannya adalah tema dan ide. Tidak heran bila kemampuan teknik penulisannya disertai dengan kekayaan dukungan tema yang sarat ide cemerlang. Dia mengaku sudah berhasil mengungkapkan isi hatinya dengan teknik konvensional.
Ia mengakui bahwa produktivitasnya dalam menulis termasuk lambat. Ia mengambil contoh bukunya yang berjudul Pada Sebuah Kapal, prosesnya hampir sepuluh tahun sampai buku itu terbit padahal mengetiknya hanya sebulan. Baginya, yang paling mengasyikkan adalah mengumpulkan catatan serta penggalan termasuk adegan fisik, gagasan dan lain-lain. Ketika ia melihat melihat atau mendengar yang unik, sebelum tidur ia tulis tulis dulu di blocknote dengan tulis tangan.
Pengarang yang senang tanaman ini, biasanya menyiram tanaman sambil berpikir, mengolah dan menganalisis. la merangkai sebuah naskah yang sedang dikerjakannya. Pekerjaan berupa bibit-bibit tulisan itu disimpannya pada sejumlah map untuk kemudian ditulisnya bila sudah terangkai cerita.
Dini dipersunting Yves Coffin, Konsul Prancis di Kobe, Jepang, pada 1960. Dari pernikahan itu ia dikaruniai dua anak, Marie-Claire Lintang (lahir pada 1961) dan Pierre Louis Padang (lahir pada 1967). Anak sulungnya kini menetap di Kanada, dan anak bungsunya menetap di Prancis.
Sebagai konsekuensi menikah dengan seorang diplomat, Dini harus mengikuti ke mana suaminya ditugaskan. Ia diboyong ke Jepang, dan tiga tahun kemudian pindah ke Pnom Penh,Kamboja. Kembali ke negara suaminya, Prancis, pada 1966, Dini melahirkan anak keduanya pada 1967. Selama ikut suaminya di Paris, ia tercatat sebagai anggota Les Amis dela Natura (Green Peace). Dia turut serta menyelamatkan burung belibis yang terkena polusi oleh tenggelamnya kapal tanker di pantai utara Perancis.
Setahun kemudian ia mengikuti suaminya yang ditempatkan di Manila,Filipina. Pada 1976, ia pindah ke Detroit, AS, mengikuti suaminya yang menjabat Konsul Jenderal Prancis. Dini berpisah dengan suaminya, Yves Coffin pada 1984, dan mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta.
Mantan suaminya masih sering berkunjung ke Indonesia. Dini sendiri pernah ke Kanada ketika akan mengawinkan Lintang, anaknya. Lintang sebenarnya sudah melihat mengapa ibunya berani mengambil keputusan cerai. Padahal waktu itu semua orang menyalahkannya karena dia meninggalkan konstitusi perkawinan dan anak-anak. Karena itulah ia tak memperoleh apa-apa dari mantan suaminya itu. Ia hanya memperoleh 10.000 dollar AS yang kemudian digunakannya untuk membuat pondok baca anak-anak di Sekayu, Semarang.
Dini yang pencinta lingkungan dan pernah ikut Menteri KLH Emil Salimmenggiring Gajah Lebong Hitam, tampaknya memang ekstra hati-hati dalam memilih pasangan setelah pengalaman panjangnya bersama diplomat Perancis itu. la pernah jatuh bangun, tatkala terserang penyakit 1974, di saat ia dan suaminya sudah pisah tempat tidur. Kala itu, ada yang bilang ia terserang tumor, kanker. Namun sebenarnya kandungannya amoh sehingga blooding, karena itu ia banyak kekurangan darah. Secarapatologi memang ada sel asing. Kepulangannya ke Indonesia dengan tekad untuk menjadi penulis dan hidup dari karya-karyanya, adalah suatu keberanian yang luar biasa. Dia sendiri mengaku belum melihat ladang lain, sekalipun dia mantan pramugrari GIA, mantan penyiar radio dan penari. Tekadnya hidup sebagai pengarang sudah tak terbantahkan lagi.
Mengisi kesendiriannya, ia bergiat menulis cerita pendek yang dimuat berbagai penerbitan. Di samping itu, ia pun aktif memelihara tanaman dan mengurus pondok bacanya di Sekayu. Sebagai pencinta lingkungan, Dini telah membuat tulisan bersambung di surat kabar Sinar Harapan yang sudah dicabut SIUPP-nya, dengan tema transmigrasi.
Menjadi pengarang selama hampir 60 tahun tidaklah mudah. Baru dua tahun terakhir ini, ia menerima royalti honorarium yang bisa menutupi biaya hidup sehari-hari. Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit. Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan.
Tahun 1996-2000, ia sempat menjual-jual barang. Dulu, sewaktu masih diPrancis, ia sering dititipi tanaman, kucing, hamster, kalau pemiliknya pergi liburan. Ketika mereka pulang, ia mendapat jam tangan dan giwang emas sebagai upah menjaga hewan peliharaan mereka. Barang-barang inilah yang ia jual untuk hidup sampai tahun 2000.
Dini kemudian sakit keras, hepatitis-B, selama 14 hari. Biaya pengobatannya dibantu oleh Gubernur Jawa TengahMardiyanto. Karena ia sakit, ia juga menjalani USG, yang hasilnya menyatakan ada batu di empedunya. Biaya operasi sebesar tujuh juta rupiah serta biaya lain-lain memaksa ia harus membayar biaya total sebesar 11 juta. Dewan Kesenian Jawa Tengah, mengorganisasi dompet kesehatan Nh Dini. Hatinya semakin tersentuh ketika mengetahui ada guru-guru SD yang ikut menyumbang, baik sebesar 10 ribu, atau 25 ribu. Setelah ia sembuh, Dini, mengirimi mereka surat satu per satu. Ia sadar bahwa banyak orang yang peduli kepadanya. Sejak 16 Desember 2003, ia kemudian menetap di Sleman,Yogyakarta. Ia yang semula menetap di Semarang, kini tinggal di kompleks Graha Wredha Mulya, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengku Buwono X yang mendengar kepindahannya, menyarankan Dini membawa serta perpustakaannya. Padahal empat ribu buku dari tujuh ribu buku perpustakaannya, sudah ia hibahkan keRotary Club Semarang.
Alhasil, Dini di Yogya tetap menekuni kegiatan yang sama ia tekuni di Semarang, membuka taman bacaan. Kepeduliannya, mengundang anak-anak di lingkungan untuk menyukai bacaan beragam bertema tanah air, dunia luar, dan fiksi. Ia ingin anak-anak di lingkungannya membaca sebanyak-banyaknya buku-buku dongeng, cerita rakyat, tokoh nasional, geografi atau lingkungan Indonesia, cerita rekaan dan petualangan, cerita tentang tokoh internasional, serta pengetahuan umum. Semua buku ia seleksi dengan hati-hati. Jadi, Pondok Baca Nh Dini yang lahir di Pondok Sekayu, Semarang pada 1986 itu, sekarang diteruskan di aula Graha Wredha Mulya. Ia senantiasa berpesan agar anak-anak muda sekarang banyak membaca dan tidak hanya keluyuran. Ia juga sangat senang kalau ada pemuda yang mau jadi pengarang, tidak hanya jadi dokter atau pedagang. Lebih baik lagi jika menjadi pengarang namun mempunyai pekerjaan lain.
Dalam kondisinya sekarang, ia tetap memegang teguh prinsip-prinsip hidupnya. Ia merasa beruntung karena dibesarkan oleh orang tua yang menanamkan prinsip-prinsip hidup yang senantiasa menjaga harga diri. Mungkin karena itu pulalah NH Dini tidak mudah menerima tawaran-tawaran yang mempunyai nilai manipulasi dan dapat mengorbankan harga diri.
Ia juga pernah ditawari bekerja tetap pada sebuah majalah dengan gaji perbulan. Akan tetapi dia memilih menjadi pengarang yang tidak terikat pada salah satu lembaga penerbitan. Bagi Dini, kesempatan untuk bekerja di media atau perusahaan penerbitan sebenarnya terbuka lebar. Namun seperti yang dikatakannya, ia takut kalau-kalau kreativitasnya malah berkurang. Untuk itulah ia berjuang sendiri dengan cara yang diyakininya; tetap mempertahankan kemampuan kreatifnya.
Menyinggung soal seks, khususnya adegan-adegan yang dimunculkan dalam karya-karyanya, ia menganggapnya wajar-wajar saja. Begitulah spontanitas penuturan pengarang yang pengikut kejawen ini. la tak sungkan-sungkan mengungkapkan segala persoalan dan kisah perjalanan hidupnya melalui karya-karya yang ditulisnya
NH Dini sekarang tinggal di Panti Wredha Langen Wedharsih
Itulah dia tokoh penulis terkenal bersejarah yang karyanya terpampang luas, yeeaay
Sampai jumpa lagi...
Wassalamu'alaikum 🙏
Sunting
Rabu, 07 September 2016
Assalamu'alaikum...
Welcome to my new blog
Hari ini saya mau membahas tokoh sosiologi favorit saya, yuk langsung dibahas ;-)
IBNU KHALDUN
Harus diakui sosiologi amat lekat dengan tradisi keilmuan Barat. Dalam catatan sejarah, tercatat nama Ibnu Khaldun yang dinilai sebagai pelopor studi sosiologi. Uniknya, ia tidak menyebut pemikirannya sebagai sosiologi. Lah kenapa? Saya juga bertanya-tanya, masa iya sih? Sehebat itu tapi tidak menjadi Bapak Sosiologi Dunia??? Setelah saya bertanya kepada guru IPS saya sekaligus wali kelas saya, beliau menjawab, "Ibnu Khaldun itu hanya seorang penemunya saja, beda dengan Auguste Comte yang sebagai Bapak Sosiologi Dunia, karena Auguste itu mengembangkan ilmu Sosiologinya." Alhamdulillah Dan akhirnya saya pun mengerti 😁
Ibnu Khaldun berasal dari bangsa Arab mengembangkan ide-ide sosiologi jauh sebelum tokoh Barat mulai memikirkan hal tersebut. Sekalipun signifikansi ide-ide sosiologis Ibnu Khaldun masih diperdebatkan, tetapi fakta sejarah tidak dapat diabaikan bahwa tokoh kelahiran Tunisia itu telah mengkaji fenomena-fenomena kehidupan sosial pada masanya. Alhamdulillah, Subhanallah banget ya, jika tak ada beliau mungkin kehidupan manusia entah seperti apa. Wallahu'alam bi shawab.
Terima Kasih
Wassalamu'alaikum 😁
Welcome to my new blog
Hari ini saya mau membahas tokoh sosiologi favorit saya, yuk langsung dibahas ;-)
IBNU KHALDUN
Harus diakui sosiologi amat lekat dengan tradisi keilmuan Barat. Dalam catatan sejarah, tercatat nama Ibnu Khaldun yang dinilai sebagai pelopor studi sosiologi. Uniknya, ia tidak menyebut pemikirannya sebagai sosiologi. Lah kenapa? Saya juga bertanya-tanya, masa iya sih? Sehebat itu tapi tidak menjadi Bapak Sosiologi Dunia??? Setelah saya bertanya kepada guru IPS saya sekaligus wali kelas saya, beliau menjawab, "Ibnu Khaldun itu hanya seorang penemunya saja, beda dengan Auguste Comte yang sebagai Bapak Sosiologi Dunia, karena Auguste itu mengembangkan ilmu Sosiologinya." Alhamdulillah Dan akhirnya saya pun mengerti 😁
Ibnu Khaldun berasal dari bangsa Arab mengembangkan ide-ide sosiologi jauh sebelum tokoh Barat mulai memikirkan hal tersebut. Sekalipun signifikansi ide-ide sosiologis Ibnu Khaldun masih diperdebatkan, tetapi fakta sejarah tidak dapat diabaikan bahwa tokoh kelahiran Tunisia itu telah mengkaji fenomena-fenomena kehidupan sosial pada masanya. Alhamdulillah, Subhanallah banget ya, jika tak ada beliau mungkin kehidupan manusia entah seperti apa. Wallahu'alam bi shawab.
Terima Kasih
Wassalamu'alaikum 😁
Langganan:
Postingan (Atom)
